Nietzsche membagi moralitas menjadi dua tipe. Moralitas Tuan lahir dari kaum bangsawan yang mendefinisikan diri mereka sebagai "baik" dan yang lemah sebagai "buruk". Sebaliknya, Moralitas Budak lahir dari rasa dendam ( ressentiment ) kaum lemah yang membalikkan nilai tersebut: kaum kuat dianggap "jahat", sedangkan kaum lemah, rendah hati, dan menderita dianggap "baik".
Membahas karakteristik individu yang berani berpikir di luar dogma. Sentimen Keagamaan
For Indonesian readers, these ideas resonate with critiques of rigid religious or cultural norms, and the tension between collectivist values (gotong royong) and individual self-overcoming.
| Aspek | Detail | | :--- | :--- | | | Beyond Good and Evil / Melampaui Baik dan Jahat | | Penulis | Friedrich Nietzsche | | Tahun Terbit Asli | 1886 | | Terjemahan Indonesia (Terbaru) | Bedita Marsela (Anak Hebat Indonesia, 2023) | | ISBN (Terbaru) | 978-623-400-387-1 | | Jumlah Halaman | 304 halaman | | Tema Utama | Kritik moralitas Kristen, Kehendak untuk Berkuasa, Moralitas Tuan vs Budak | beyond good and evil bahasa indonesia pdf
Apakah Anda sedang mencari untuk tugas kuliah?
Jika ada kalimat dalam versi Indonesia yang terasa janggal, merujuk sejenak ke terjemahan bahasa Inggris (seperti versi Walter Kaufmann) dapat memperjelas maknanya.
Dalam buku ini, Nietzsche melancarkan kritik tajam terhadap para filsuf masa lalu yang ia anggap menerima dogmatisme moral secara buta. Ia menantang oposisi biner tradisional seperti "baik" dan "buruk" atau "kebajikan" dan "kejahatan". Menurut Nietzsche, apa yang selama ini dianggap sebagai kebenaran moral absolut sebenarnya hanyalah konstruksi sosial yang lahir dari prasangka kelompok tertentu. Beberapa konsep kunci yang dibahas dalam buku ini meliputi: Nietzsche membagi moralitas menjadi dua tipe
This public link is valid for 7 days and shares a thread, including any personal information you added. This link or copies made by others cannot be deleted. If you share with third parties, their policies apply. Can’t copy the link right now. Try again later.
in Bahasa Indonesia often leads to recent translations, such as the 2023 version by Bedita Marsela from Anak Hebat Indonesia
Berikut adalah ringkasan mengenai buku Beyond Good and Evil (Melampaui Baik dan Jahat) karya Friedrich Nietzsche dalam bahasa Indonesia, beserta informasi publikasi dan ulasan yang tersedia: Membahas karakteristik individu yang berani berpikir di luar
Analisis kritis terhadap neurosis religius dan bagaimana agama membalikkan nilai-nilai kehidupan.
Seruan Nietzsche untuk lahirnya pemikir-pemikir baru yang berani melampaui batasan moralitas massa demi menciptakan nilai-nilai mereka sendiri. Mengapa Mencari Versi Bahasa Indonesia?
Pandangan Nietzsche tentang politik Eropa, nasionalisme, dan budaya. Apa itu Bangsawan?
Nietzsche terkenal dengan pernyataan bahwa "Tuhan telah mati". Ini bukan berarti Tuhan secara harfiah meninggal, melainkan bahwa kepercayaan terhadap agama Kristen dan fondasi metafisik tradisional telah kehilangan kekuatannya di era modern. Tanpa fondasi ini, manusia terancam jatuh ke dalam —suatu keadaan di mana hidup dianggap tidak memiliki makna.
In this collection of 296 aphorisms spread across nine chapters, Nietzsche launches a devastating critique against traditional morality, especially Christian morality, and the dogmatic traditions of Western philosophy from Plato to his own time. He argues that far from being universal truths, our moral concepts are human creations, born from cultural and psychological forces. At the heart of Nietzsche's critique is the will to power ( der Wille zur Macht )—the fundamental driving force of all life, which he sees as the engine behind our pursuit of knowledge, self-overcoming, and even our moral judgments.