Nonton Evangelion 1.0 !free! -

Karena merangkum enam episode menjadi film berdurasi sekitar 90 menit, tempo penceritaan terasa jauh lebih cepat dan fokus. Beberapa detail eksposisi yang dianggap bertele-tele dalam versi serial TV dipotong demi menjaga momentum ketegangan film. 4. Perubahan Detail Kecil (Petunjuk Plot Baru)

Shiro Sagisu kembali menggubah musik, tetapi dengan nuansa orkestra Hollywood. Lagu Angel of Doom saat Ramiel menembakkan sinar partikelnya sangat menggugah adrenalin. Jangan lupa lagu penutup yang dinyanyikan oleh Hikaru Utada: Beautiful World —sebuah lagu yang kontras dengan lagu penutup serial Fly Me to the Moon (menunjukkan bahwa dunia ini "berbeda").

Pemerintah dunia mempercayakan pertahanan terakhir manusia kepada , sebuah organisasi militer khusus yang berbasis di kota benteng Tokyo-3. NERV mengembangkan robot humanoid raksasa organik yang disebut Evangelion (EVA) untuk menembus pelindung mutlak (A.T. Field) milik para Angel. Sayangnya, EVA hanya bisa dipiloti oleh remaja berusia 14 tahun yang memiliki sinkronisasi khusus dengan robot tersebut. Awal Mula Perjalanan Shinji Ikari nonton evangelion 1.0

Jika Anda baru pertama kali mendengar Evangelion dan ingin pengalaman yang modern, sinematik, dan tidak terlalu berat secara psikologis, mulailah dengan Evangelion 1.0 . Jika Anda menyukai cerita yang lebih lambat namun sangat dalam dan tidak takut dengan tema-tema kelam tentang depresi dan eksistensialisme, mulailah dengan serial TV asli di Netflix.

Pertempuran melawan Angel bernama Ramiel (makhluk berbentuk oktahedron biru melayang) direkonstruksi ulang menjadi salah satu adegan pertempuran paling menegangkan dalam sejarah anime. Jika pada versi 1995 Ramiel terlihat sederhana, dalam Evangelion 1.0 ia berubah bentuk secara dinamis secara geometris setiap kali menyerang, menjadikannya ancaman yang terasa sangat asing dan mengerikan. 3. Eksplorasi Psikologis yang Lebih Padat Karena merangkum enam episode menjadi film berdurasi sekitar

Meskipun awalnya terasa seperti remake biasa, Evangelion 1.0 menanamkan petunjuk-petunjuk kecil bahwa ada sesuatu yang berbeda dari dunia ini dibandingkan versi klasiknya. Lautan yang sudah berwarna merah sejak awal film dan kehadiran Kaworu Nagisa di bulan memberikan sinyal kepada penonton lama bahwa Rebuild ini akan membawa mereka ke destinasi yang sepenuhnya baru di film-film berikutnya ( 2.0, 3.0, dan 3.0+1.0 ). Perbedaan Utama: Versi Klasik vs Rebuild 1.0

Tersedia takarir (subtitle) bahasa Indonesia yang akurat dan mudah dipahami. Perubahan Detail Kecil (Petunjuk Plot Baru) Shiro Sagisu

Bagi penonton baru maupun penggemar lama (veteran), ada beberapa alasan kuat mengapa Anda harus menonton versi Evangelion 1.0 ini:

Bagian terbaik sekaligus klimaks dari Evangelion 1.0 adalah ( Yashima Sakusen ). Dalam operasi ini, Shinji harus menembak Angel ke-6 (Ramiel) dari jarak super jauh menggunakan senapan positron eksperimental.

Jika Anda sudah menyelesaikan 1.0, lanjutkan sesuai urutan rilis berikut: